Bukan gak mau move on nih, tapi mengingat SEJARAH itu perlu lho. Termasuk awal-awalnya ada ilmu kependudukan.
Pernah denger kata equilibrium? Tepat! Itu artinya keseimbangan.
kalau ada kematian alias mortalitas maka ada juga yang dinamakan kelahiran atau natalitas.
Dari buku jadul David Hay yang berjudul Human Population jumlah penduduk dunia, 25 ribu tahun yang lalu itu diperkirakan 3 juta saja. Lalu fenomena ledakan penduduk muncul pada abad-abad terakhir dan diperkirakan tahun 2025 penduduk dunia mencapai 8 Milyar jiwa. Wow...
Gimana dengan indonesia? Raffles, pernah denger
kan namanya. Rupa-rupanya pernah tuh bikin sensus penduduk cuma hanya di pulau Jawa. Tahun 1815 diperkirakan jumlah penduduk Jawa sebesar 4,5 juta jiwa. Dan kemudian, 85 tahun kemudian berjumlah 28,5 juta. Ada penelitian dari B Peper yang menyanggah informasi Raffles, karena katanya penduduk jawa pada tahun 1800 itu sekitar 8-10 juta jiwa.
Ok. Siapapun yang benar, kita dapat simpulkan
bahwa tiap tahun penduduk itu bertambah gak pernah berkurang. Kecuali terdapat bencana.
Hasil sensus penduduk tahun 2010 menunjukan bahwa jumlah penduduk indonesia itu 237,6 juta jiwa.
Sebelum bahas lagi tentang jumlah penduduk, mari kita lihat sejarah ilmu kependudukan.
Dari sumber pustaka yang saya baca, dulu banget
seabad silam, seorang Yunani bernama Guillard
pertama kali menggunakan kata DEMOGRAFI, digunakan sebagai sinonimnya dari kata POPULATION STUDY. Naaah, kalo POPULATION itu bersumber dari bahasa latin.
Tentang pencatatan statistika kependudukan itu dilakukan oleh John Graunt (1620-1674) warga Inggris. Ada buku yang dibuatnya dengan judul Natural and Political Observation Mentioned in a
following index and Made Upon The Bills of Mortality
(Judulnya panjang banget). Disitu dituliskan tentang analisis mortalitas dan selebihnya mengenai fertilitas, migrasi, perumahan, data keluarga, perbedaan antara kota dan negara dan jumlah penduduk laki-laki yang berada pada kelompok umur militer. Graunt dikenal sebagai bapak demografi.
Selain Graunt ada ahli statistika juga bernama William Petty (1623-1687) dan Edmund Halley (1656-1742).
Berikutnya mulailah perhatian publik terhadap
masalah kependudukan. Dan apakah anda juga mulai merasakan perhatian lebih terhadap masalah kependudukan? ^^
Kalau IYA, bahasan kita berikutnya adalah apa sih demografi itu. Naaah, kalau GAK tertarik maka bahasan kita berikutnya adalah apa itu demografi. Hahaha.. Sama ajaaa..
sumber :
1. Sri moertiningsih, Dasar-dasar demografi edisi 2, penerbit salemba empat, 2013
2. Said rusli ilmu kependudukan edisi revisi, LP3ES, 2012
berbagi informasi tentang kependudukan
Sabtu, 23 Januari 2016
Jumat, 22 Januari 2016
selamat datang!
Selamat datang di blog tentang kependudukan!
Diawali dengan cuaca hangat, secangkir kopi dan sandwich keju di sebuah kedai kopi di pojok cianjur, mari kita berpikir sejenak, membayangkan dunia ini kosong. Tanpa manusia. Lalu mulailah dengan bermunculan manusia di setiap sudut bumi, kemudian makin bertambah dan terus bertambah... Hingga bukalah mata. Lihatlah sekeliling kita. Penuh dengan manusia? Hehehe.. Ini yang sedang saya lakukan. Penduduk di dunia ini terus bertambah dan bertambah hingga.... What's next?
Mari kita menyeruput kopi lagi... 😊
Diawali dengan cuaca hangat, secangkir kopi dan sandwich keju di sebuah kedai kopi di pojok cianjur, mari kita berpikir sejenak, membayangkan dunia ini kosong. Tanpa manusia. Lalu mulailah dengan bermunculan manusia di setiap sudut bumi, kemudian makin bertambah dan terus bertambah... Hingga bukalah mata. Lihatlah sekeliling kita. Penuh dengan manusia? Hehehe.. Ini yang sedang saya lakukan. Penduduk di dunia ini terus bertambah dan bertambah hingga.... What's next?
Mari kita menyeruput kopi lagi... 😊
Langganan:
Komentar (Atom)